Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total utang masyarakat Indonesia dari layanan pinjaman online (pinjol) dan paylater mencapai Rp117,52 triliun per Juli 2025.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total utang masyarakat Indonesia dari layanan pinjaman online (pinjol) dan paylater mencapai Rp117,52 triliun per Juli 2025.
4 Comments
spectraxil@lemmy.ml · 2 pts · 344d
Kalo gini nanti siapa yang nanggung kalo masyarakat gk bisa bayar. Ekonomi makin buruk, daya beli masyarakat makin loyo. Takut kejadian 2008 bakal kejadian di Indonesia. Belom ditambah isu IKN dan kereta Whoosh yang jadi beban negara
throws_lemy@lemmy.nz · 2 pts · 344d
instutisi lender udah dapet untung berkali² lipat dari bunga yg dibayar. jadi mereka ga dirugikan, sama aja seperti kita ambil kpr, yg dibayar kita sampe belasan tahun lebih itu bunga bukan harga rumahnya, setelah lunas bayar bunganya sisanya ya bayar harga rumahnya. dan kredit kendaraan bermesin ga beda jauh prinsipnya.
nah justru kebalik tahun 2008 kita malah aman dari krisis finansial global yang berasal dari subprime mortgage crisis. bahkan tahun 2008-2010 itu kesempatan kita buat menarik investasi dan mengembangkan sektor riil.
Tapi pemerintahan sby malah fokus ke industri financing pembiayaan kredit. Diatas tahun 2010 beberapa institusi keuangan dan ekonom udah kasih warning soal middle income trap, tapi malah dianggap angin lalu sama pemerintahan sby.
beberapa warning untuk pemerintahan sby
https://www.adb.org/news/op-ed/indonesia-risks-falling-middle-income-trap-changyong-rhee
https://www.thejakartapost.com/news/2012/10/13/ri-risks-falling-middle-income-trap.html
https://nasional.kontan.co.id/news/indonesia-masuk-kategori-negara-middle-income-trap
lepas dari pemerintahan sby hingga skrg masih ga berubah kebijakan ekonomi pemerintah malah semakin parah dgn memberikan kemudahan izin bagi pinjol dan paylater.
spectraxil@lemmy.ml · 2 pts · 344d
Njir jadi dulu sby dah dikasih peringatan? Sekarang gk tau udah pemerintah kayak makin sinting. Mereka fokus ke kepentingan masing masing daripada sejajar dalam satu tujuan. Gw ngerasa kita bakal kayak meksiko, negara dikuasai kartel. Bedanya punya kita kartel judol sama pinjol
throws_lemy@lemmy.nz · 2 pts · 344d
yup dari ADB, World Bank, IMF sampe beberapa ekonom udah ngasih warning, ya cuma dianggap angin lalu. ga sby, jkw dan wowo semua dgn pedenya bilang pertumbuhan ekonomi bisa diatas sekian persen (seringnya nyebut target diatas 4-5%)
iya klo dilihat dari sektor manufaktur tertentu angkanya gede, tapi yg mikro ekonomi? mandeg. yg pabrik rokok GG aja phk, malah membukukan angka kerugian. yg riil umkm ya kembang kempis.
ya polanya selalu sama dari dulu, mantan jendral main di belakang. politisi, pejabat, pns yg ikut menikmati itu sewaktu² bisa dikorbankan klo mereka ga punya atau kehilangan bekingan dari mantan jendral. mslhnya rakyat selalu terdistorsi oleh berbagai isu yg beredar jd ga bisa menarik benang merahnya.
kartelnya ya oligarki yg dibekingi mantan jendral. judol? liat tuh dasco ikut menikmati dan 2 pns kemlu tewas. yg satu dibilang bundir krn fetish seks dan yg satunya lagi tewas dibunuh ala sicario.